Blm ada yg membuat topic disini?
Mau share sedikit tentang komunikasi sama model. Dari kemaren satu dua orang sempet nanya2, gimana sih caranya biar model punya simpati sama kita? Gimana caranya biar prosesi pemotretan model berjalan lancar? Biar model gak bete? Biar kelak, model mau kita foto lagi ? dsb...
Nah, sekarang aku mau share sedikit tips and trik dari pengalamanku selama ini motret model, yah sama berbagi ilmu sama para senior, suhu, dan guru2 besar fotografer fashion.
Mudah2an bisa berguna buat rekan-rekan sekalian....
Pendekatan / Pre-session
Awal dari segala pemotretan, adalah pendekatan dengan model. Perkenalan kita dengan model bisa terjadi sebelum pemotretan ( bertemu janji, baik lewat agency maupun personal ), atau jika anda tidak menyewa model profesional melainkan seorang teman, pendekatan ini juga berguna, agar model tidak canggung untuk bekerja sama dengan kita. Cara kita dalam menjelaskan planning pemotretan sangat berpengaruh dalam keberhasilan kita meyakinkan model untuk ikut dalam sesi kita. Wrong move, and its done....forever! Jelaskan konsepnya, lokasi, wordrobe, requirment model, tujuan pemotretan secara jelas....jangan sampai model tebak-tebak2an dia nanti bakal ngapain. Requirment model itu juga harus jelas. Misalnya, jangan menggunakan model yg tidak punya basic art / seni tari, kalau kita inginkan membuat sesi balet. Dan jangan juga menyewa model yg tidak nyaman berpose sexy kalau sesi kita nanti bersifat half-nude / nude.
Jelaskan aturan mainnya
Step berikutnya, jika model sudah setuju mau bergabung di sesi kita, kita harus menjelaskan aturan mainnya. Jam berapa dia harus datang ke lokasi pemotretan, dia harus bawa wordrobe sendiri, kita perlu make artist ( kadang mereka punya prefer langganan ), dan yg paling penting, you follow me, i follow you. Usahakan pemotretan tidak melenceng dari yg kita targetkan. Sediakan contoh foto yg ingin kita garap bersama dia. Sample majalah atau foto-foto referensi bisa dipergunakan untuk mempermudah visualisasinya. Buat yg masih bingung dapet referensi dari mana, di web banyak kok website para fotografer-fotografer terkenal yg bisa dijadikan referensi. Atau kalau mau contoh yg lebih jelas....bisa di peroleh dari majalah fashion lokal maupun import. Gak usah takut soal harga, untuk dapet materi referensi yg cocok dengan kantong, bisa menyambangi toko buku NEWSTAND di Sumantri Brojonegoro, Kuningan....disitu koleksi majalah 2nd lengkap dan harga selalu discount ( mutu dan kwalitas terjaga, mereka selalu nyimpen majalahnya di plastik ) rangenya dari 17ribu sampai 50ribu ( ini udah top of the line ukuran A3 ) aku sering banget dapet referensi pemotretan, bahkan awal dari ide atau shotku dari majalah majalah ini....Apalagi, model, terutama model wanita, adalah tetap wanita...they love to shop and they love looking beautiful. Magazine reference are good materials for seducing them to look like famous people or supermodels. Bilang aja, “Mau gak, bisa difoto kayak gini?” itu adalah racun yg paling tepat!
Persiapan Lokasi
Kenapa ini ada hubungannya sama Model? Karena ini menyangkut kenyamanan si model. Kalau kejauhan, dia bisa aja males atau minta bayaran lebih…kalau dia gak nyaman / gak suka, bisa aja dia tolak atau punya alasan ini itu pada saat pemotretan. Good mood itu penting banget..kalau kita mau pemotretan, jadi yah, ask them if they like to have a photoshoot on that location…Kalau memang modelnya blm kenal lokasinya, ajak kesana untuk survey….siapa tau dia bisa mempertimbangkan pendapatnya. Lebih simple lagi kalau kita punya foto set pemotretan, paling tidak dia bisa membayangkannya.
“Haloo, apa kabar hari ini?”
Berikutnya, adalah pembahasan tentang hari “h” pemotretan. Selalu punya itikad baik ke model. Kasih salam, jabat tangan ( atau yg udah akrab boleh kok cipika-cipiki heehehe )tapi inget tetap dalam jarak kewajaran. Tanyakan dia, sudah sarapan atau butuh minum atau tidak. Bikin model senyaman dan se-relax mungkin. Perbincangan yg konstan dengan model adalah faktor penentu pemotretan hari itu. No more, No less....jangan terlalu pendiam, tapi jangan juga terlalu bawel! Nanti dia bisa sebel dan kesel. Pastikan kita memberikan instruksi yg tepat ke dia tentang apa yg kita mau, jangan lupa dengarkan saran dari dia juga…dia yang tau best angle dari dirinya sendiri atau siapa tau dia sudah pernah ikut fotosesi serupa. Jangan lupa untuk memuji modelnya jika shot yg dihasilkan sempurna atau mendekati keinginan kita…jangan marah-marah atau menggerutu jika hasilnya tidak memuaskan. Tarik nafas dalam-dalam dan bilang ke modelnya untuk istirahat sebentar ( lihat point 5 ). Review sebentar, lalu jelaskan lagi apa yg kita inginkan. Ohya, hindari lawakan-lawakan buruk dan jorok…itu akan membuat model merasa tidak nyaman ( Jujur-jujuran saja, dari pengalamanku ikut hunting selama ini, many photographers got to bring those bad jokes to the field and made the model feel uncomfortable….ck ck ck, gak jarang juga model jadi ngambek dan gak mau ngelanjutin pemotretan! Hayooooo, siapa tuhhh? Hehehehe )
One important thing…jangan pernah menyentuh model tanpa ada ijin terdahulu! Hal ini sangat penting dan sensitive..jika rambutnya kurang sempurna atau bajunya miring, bilang dulu, “Maaf ya…” atau minta tolong ke dia langsung “ Eh, sorry, itu tuh…..” kalau soal posing yg require kita untuk memperagakan menggunakan tubuh si model, sekali lagi jangan lupa mohon ijin, jangan langsung tubruk…penilaian sopan santun kita sangat tinggi di mata model.
Wait for a second breath
Model kita pasti butuh tempat untuk berganti baju dan bermake-up. Pastikan lokasi yg kita pilih punya tempat tersebut. Itu adalah tempat “pribadinya” dia...jadi dia punya runaway place, kalau situasinya kurang menunjang. And one more thing, model – model yang baru mulai / pemula, biasanya akan merasa cepat lelah...biasakan untuk menyediakan waktu istirahat, misalkan 1-1,5jam untuk rehat. Di pastikan, setalah beberapa jam memotret, kita sendiri pasti juga lelah. Ini berpengaruh di kwalitas foto kita nanti.
There’s a reward for a good will ( and a good result, too )
Setelah selesai, jangan lupa untuk menawarkan model melihat hasilnya. Bicarakan saja apa yg perlu, dan jangan membicarakan yg tidak perlu. Kalau memang bisa, tawarkan dia apakah dia mau di cetakin ( salut buat mbah jul! ) kalau hari itu tidak bisa, mgkn bisa di kemudian hari, kita antar sekalian beserta CD filenya…aku biasanya membiasakan mencetak ukuran 10R untuk para model, 1-2 buah / model aku kira cukup….Dan misalkan sesi ini adalah untuk seorang teman ( bukan model professional / tidak dibayar ), gak ada salahnya, kita menawarkan menraktir makan atau sebungkus coklat. Pasti dia akan senang….dan last but not least, ucapan terima kasih beserta kartu nama, akan mencantumkan nama kita di list fotografer yg berkenan di hati model – model tersebut..
Tips-tips tambahan :
!· Jika kita adalah fotografer pria, tidak salah jika kita membawa asisten wanita. Ini akan menempatkan model dalam posisi nyaman, bahwa dia tidak akan dijahili oleh fotografer
!· Jangan lupa untuk mencocokan biaya sewa tempat dengan fee model…jangan sampai kantong jebol! Seperti tips seorang rekan dari Swiss, fotografer jagoan J. Monzani, kalau memang niat, prosesi private pun akan menghabiskan biaya sekitar 500 sampai 700 ribu ( untuk non studio ), which include, fee transportasi sampai pakaian model. Ini ada hubungannya sama point 6 diatas, jika kita dapat result memuaskan dari sang model, tidak ada salahnya worddrobe kita berikan sebagai hadiah ke model. Memang gila, tapi worth the effort!
Demikian lah, rekan-rekan….mudah2an tips2 ini bisa berguna…masih ada langit diatas langit, ilmu yg aku dapatkan selama ini bisa diterapkan oleh rekan-rekan sekalian. Siapa tau, dari diri seorang Valdy Prawhesmara ini masih ada ilmu – ilmu lain yg bisa dipelajari dari rekan-rekan sekalian….Salam Beauty Hunter!
Wasalam