Azis Purwa Azis PurwaIdentity is expired
apa? 28 June 2011 23:24
Previous Topics from Azis PurwaView All...

Tag/Label

Tag: pen pen  Tag: olympus olympus  Tag: micro micro  Tag: 4-3 4-3 

Warning: preg_match(): Delimiter must not be alphanumeric or backslash in /home/ayofoto/web/htdocs/hd.ayofoto.com/includes/functions/general.php on line 2548
Advertisement
Lomba Foto Astra & Anugerah Pewarta Astra 2017

Olympus PEN EP-2: review-ku

Posted 26 February 2010 23:43

Baru pake sekitar seminggu, aku beranikan diri untuk bikin review Olympus PEN. Mungkin bukan penilaian yang detail dan akurat seperti di website atau di majalah, tapi lebih ke pengalaman dan opini-ku.

Lanjut?...

Sebelumnya setahun yang lalu, seorang teman memberi tahu adanya teknologi baru yang namanya four third dan micro four third. Aku tak begitu tertarik untuk lebih lanjut searching atau browsing tentang itu, karena saat itu aku lagi interest dengan Full Frame (FX) di Nikon. Sekitar seminggu yang lalu, barulah aku akhirnya beli Olympus PEN EP2.

  • BODY. Kesan pertama adalah desain body yang neo-classic, tampilan seperti kamera analog jaman dulu tetapi diperbaharui dengan muatan digital. Tidak terlalu berat (kalau dibanding D300 apalagi D700), tapi juga tidak terlalu ringan rasanya (kalau dibanding dengan D50 atau D60). Pas dalam genggaman. Ini yang aku cari, karena tujuannya beli adalah sebagai kamera alternatif saat jalan-jalan atau sambil sepedaan menjelajahi lingkungan sekitar (ketika di luar kota). Menurutku, kamera ini sangat ringkas, bisa dibawa dalam tas pinggang kecil dengan tidak mengganggu gerakan tubuh kalau naik sepeda.
  • PAKET LENSA. Ada dua pilihan paket saat pembelian, paket 1 dengan lensa 17mm/1:2.8 atau paket 2 dengan lensa 14-42mm/1:3.5-5.6. Aku putusin pilih paket lensa fix 17mm/1:2.8 karena pertimbangan f 1:2.8 yang tentu lebih cepat dan lebih tajam. Apalagi dengan crop 2x, maka 17mm setara dengan 40mm pada full frame - mendekati normal lens 35mm, berarti tidak banyak distorsi. Selain itu, aku rasa pasti lensa f 2.8 lebih mahal dari yang f 3.5-5.6. Jadilah aku pilih lensa itu. Ujicoba langsung dilakukan setelah transaksi, karena tidak ada unit display/contoh. Dalam mode Aperture priority (A) diset dengan 2.8, hasilnya tajam bisa memisahkan objek dari background dengan baik. Lighting indoor di toko masih bisa diatasi dengan kombinasi speed dan ISO yang tinggi. Sampai di sini, penilaianku terhadap kamera ini SANGAT BAIK.
  • Rentang ISO 200 - 6400. Woww! ini sama dengan  Nikon D700 ku dan lebih dari D300. Meskipun sampai sekarang aku belum menguji dengan ISO 6400, pengalaman motret warung ubi Cilembu di Puncak jam 11 malem, sangat memuaskanku. (Sayang contoh gambar gak bisa di attach di sini)
Positive semua? tidak juga. Ada catatan yang menurutku kurang.
  • SOFTWARE COMPATIBILITY. Membaca Olympus Raw File (ORF) tidak bisa langsung dilakukan oleh Bridge atau Photoshop secara langsung, melainkan harus download plugin/update. Demikian pula iPhoto. Setelah dilakukan update, memang bisa membuka ORF, tetapi seperti biasa, kita dihadapkan pada tampilan adjustment. Warna photo berbeda sama sekali dengan preview di kamera. Agak merepotkan. Sementara software bawaan olympus (Olympus Master) terlalu banyak aspek fun dibanding dengan Capture NX-nya Nikon. Olympus Master (OM) menawarkan otomatisasi untuk bikin photo panorama (tanpa opsi untuk koreksi seperti yang dilakukan PS), merubah setting pemotretan (khusus RAW). Tidak ada Clone Stamp untuk memperbaiki kalau ada dirt pada image (Capture NX bisa untuk ini).

Baru ngetik segini udah capek. Besok aku tambahin pengalaman lainnya. Bagaimana caranya attach foto di forum ini, ya? (seperti forum yang lain)

 

  • CROP 2x. Ini agak membuatku frustrasi, karena sebelumnya terbiasa dengan crop 1,5 x bahkan Fullframe dengan koleksi kamera Nikon.
  • LENSA. Baru sekarang mengalami pengalaman berharga, yaitu menggunakan kamera yang bisa bertukar lensa dengan lensa bikinan merek lain. Yang sudah aku coba tentu saja pakai lensa Nikon, karena backgroundku memang NIkon. Hanya lensa yang dilengkapi dengan aperture ring yang bisa digunakan. Penggunaannya sangat mudah, karena tinggal beli adapter yang tidak terlalu mahal. Mengoperasikan lensa secara manual penuh, lebih berasa, karena efeknya langsung terlihat di LCD atau View Finder. Mencari fokus tidak lagi sulit setelah beberapa kali mencoba dan melihat hasilnya di layar laptop yang lebih besar. Dan ... wow! aku mendapat hasil yang setara dengan lensa 170mm/f 1:1.8 dengan lensa NIkon 85mm/f 1:1.8. LUAR BIASA.

Galeri: http://www.flickr.com/photos/azisoazis/4402949555/ 


http://www.techarena.in/files/image/review/012010/olympus_pen_e_p2/pen-ep2.jpg


5 comments found.

Please login to continue. Facebook user? Just press the "Login with Facebook" button.
Login
Username or Email:

Password:


Connect your Facebook account to AYOFOTO!.
Facebook Connect is a great way to share your activity on AYOFOTO! with your Facebook friends.
You can:
  • Find your Facebook friends who are connected to AYOFOTO!
  • Login to AYOFOTO! using your Facebook username and password

fb-signin
Advertisement
Lomba Foto Astra & Anugerah Pewarta Astra 2017
[Top]
INAICTA 2009INAICTA 2009
1st Winner eBusiness for SME category
Indonesia ICT Award 2009
BUBU Award 2009BUBU Award 2009
1st Winner Indonesia Social Media category
Bubu Award 2009
Indigo Award 2009Indigo Award 2009
The Best of Creative Fellowship category
Telkom Indigo Award 2009
Ericsson Mobile Advertisement Services 2009Ericsson Mobile Advertisement Services 2009
The Best Mobile Advertisement Service
Ericsson 2009
Asia Pacific ICT Alliance Award 2009Asia Pacific ICT Alliance Award 2009
Start Up Company Nominee
Asia Pacific ICT Alliance Award 2009

This page took 0.06 seconds to produce. | Sitemap Site map | AYOFOTO! v.5.3